Becik Ketitik, Ala Ketoro dan Apresiasi

Semalam aku membantal 5 jam 12 menit

Ini salah satu ungkapan jawa yang artinya “Kebaikan susah dilihat, tapi kesalahan pasti kelihatan” — kurang lebih begitu. Ya, mirip dengan “Semut diseberang laut kelihatan, tapi gajah dipelupuk mata tak nampak” atau gimana gitu, lupa lupa ingat susunan katanya.

Aku denger peribahasa ini sudah dari jaman SD. Dan sepertinya hari ini, 20 tahun setelahnya, habitat manusia memang belum berubah sama sekali. Masih banyak ditemui kejadian dimana orang merasa kebaikanya tidak pernah digubris, tapi salah sedikit langsung dicerca. Se dunia juga tahu Michael Jackson, gimana hidupnya naik turun gak karuan didunia entertainment. Tenang saja, aku gak bakal nulis tentang MJ soalnya sudah mabul topiknya hahaha.

Gak usah susah susah sih, yang paling nyata kelihatan dikehidupan sehari hari ya ditempat kerja. Berapa banyak dan berapa sering kita ketemu sama temen sekerja yang komplain: “Ah, I did all of these, yet not a single Thank You from him (or Boss).” — memang, banyak para juragan yang beranggapan bahwa pekerjanya dibayar untuk bekerja dengan benar. Ucapan terima kasih mereka adalah dalam bentuk uang. Tapi seperti ungkapan yang lain lagi “Uang tidak bisa membeli segalanya” (huek…).

Appreciation itu mau gak mau merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan sosial, gak peduli mau seberapa professional nya kita, siapa sih yang gak merasa puas kalau ada orang lain yang menghargai jerih payah dan usaha kita? Soalnya tanpa merasa dihargai, bakal banyak yang akhirnya menjadi malas dan kita akan sering mendengar:

Screw it, that’s not my job!

atau,

They don’t pay me enough for all of these!

Dan mulai dari situ, para komplainer dan tukang menggerutu bermunculan. Kadang menghadapi para pekerja, harus diperlakukan seperti momongan saja… dan kalau ada yang terus kelewatan karena terlalu sering dipuji jadi lenggang kangkung dan se-enaknya sendiri ya kemudian harus ditabok pantatnya lah.

Kebiasaan mengucapkan “Thank you, I appreciate that” (yang dibold tuh), kok kayaknya susah sekali dilaksanakan ya. Apalagi sama orang yang tinggal bersama kita, family, best friend, kadang jadi lupa kan, soalnya seringkali kita sudah mikir “Halah, udah biasa lah.

Ya begitulah, mungkin ada baiknya kalo kita mulai belajar menghargai dan juga berusaha mencari sesuatu yang bisa dihargai dari orang lain.

Hanya catatan semata menjelang Thanksgiving Day. Thank you for the great free-lunch featured turkey and meal last Thursday at work, sponsored by Lindt & Sprungli, USA :)

Mau Baca Postingan Terbaru Lewat Email?

6 thoughts on “Becik Ketitik, Ala Ketoro dan Apresiasi”

  1. bagoes….topiknya simple,analogi bagus,tapi pesan yang ingin di sampaikan sangat mengena…
    *tagihan langsung transfer ke BCA 246.515.4061 a/n Roy Dwi Saputra, jatuh tempo 23/11/09*

  2. Aku belajar bilang “thank you” itu justru setelah menikah… Sebelumnya (di keluargaku di Indonesia) aku berpikir sama dengan yang kau tulis “Halah biasa”..

    So, thanks for posting this article, Ka!
    Have a good day!

  3. @DV
    Bener kok Don, haha, wong aku sampe sekarang juga masih canggung kok. Nyaris gak pernah malah kalo sama keluarga. Paling mentok “Trims” itu juga jarang-jarang. Jadi malu :D

  4. hahaha.. love this topic..
    as above.. d keluargaku terasa biasa2 aja.. ga ada kata thankz, bahkan ultah kadang ga pernah ada ucapan..
    tapi aku mulai membiasakan diri sejak bbrp waktu yang lalu.. kalo abis d sms mama, di transfer duit.. bales nya.. “trimz ma” ato kalo ga telpon… ga ada salahnya koq kalo kita mulai duluan.. seperti orang bilang “mulailah dari dirimu sendiri…” hehehhe
    aku hanya pernah diberi ucapan “i appreciate that” dari seorang teman indonesia dan dari teman bule ku..

  5. dulu waktu tinggal di asrama, ucapan terima kasih itu adalah suatu hal yg wajib. dikit2 bilang terima kasih. hehe.

    nah begitu keluar dari asrama, aku baru sadar kalau ucapan terima kasih adalah hal yang langka. bahkan kadang pas aku mengucapkan terima kasih, orang yg kuberi ucapan itu malah bengong, nggak mudeng. tapi satu hal, mengucapkan terima kasih dg tulus… itu penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *