Impian Masa Kecil & Realita

Tadi malam saya membantal 5 jam 20 menit.

Siapa yang kira kira masih ingat dengan impian waktu kecil? Berapa dari kita yang ketika ditanya “Besok gede mau jadi apa?” dengan penuh keyakinan menjawab “Pilot!” “Insinyur!” bahkan “Presiden!” walau jaman dahulu menjadi presiden tergolong impian yang tabu dibawah ancaman Soeharto.

Sekarang, di dunia kehidupan yang makin gak jelas ini — kalau teringat hal ini kita cuman bisa senyum-seyum saja melihat kepedean kita waktu kecil.

Sepertinya semakin gede kita lebih condong memikirkan realita daripada impian semata. Nggak salah sih berpikir demikian, tapi apakah terus mempunyai impian seperti anak kecil itu salah?

Apakah aneh kalau seorang yang tidak punya kondisi fisik yang prima, tidak pandai matematika bercita cita menjadi Pilot?

Ya jelas aneh. Tapi nggak ada salahnya kan? — karena tanpa impian, terus arah hidup mau kemana?

Semakin besar kita bertumbuh, semakin kecil nyali kita untuk bermimpi besar. Ya ya ya, banyak yang bilang kalo mimpi doang tanpa disertai usaha jelas salah, tentu saja. Jangan samakan pemimpi dengan pemalas.

Aku ingat waktu kecil kepengen banget jadi arsitek. Mbangun rumah, ndesign interior. Terbayang lah betapa senangnya diriku waktu mengenal game The Sims hehehe. Tapi akhirnya impian itu sirna karena aku benci Matematika.

Kemudian jejak ku berlanjut di dunia Grafis. Fotografi, komputer dan image editing mewarnai hidupku, tapi sekarang aku tersadar bagaimana dunia itu begitu luasnya, dan persaingan yang gila gila an tidak pernah berhenti. Apakah aku bakal menyerah? Atau mungkin aku bakal menemukan mimpi yang baru?

Yah, gak ada yang tau lah apa yang akan terjadi dimasa depan. Tapi syukurlah sampai saat ini, ke-entusiasan ku terhadap dunia Grafis belum redup, walaupun aku sudah jarang sekali mendesign beberapa tahun belakangan ini.

Dan sekedar tambahan saja, dibalik benak ku ini sepertinya muncul bibit impian baru juga. Untuk sekarang masih diolah di pikiranku sendiri sih, entah bakal bertumbuh atau layu sebelum dia melihat matahari.

Mau Baca Postingan Terbaru Lewat Email?

4 thoughts on “Impian Masa Kecil & Realita”

  1. jadi arsitek ndak harus pinter matematika koq..
    aku iki gak iso matematika, and i hate math so much….
    HAHAHA…
    dan aku gak pernah kpikiran akirnya masuk jurusan arsitek, kerja dibidang ini juga…
    waktu kcil pengen jadi dokter.. tapi…. lihat organ2 tubuh manusia saat pelajaran biologi aja aku ampir pingsan.. apalagi nanti kalu disuru bedah mayat saat kuliah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *